Picture

Liputan6.com, Ponorogo: Hancur berantakan. Begitulah kondisi rumah warga di Desa Bekring, Kecamatan Pulung, Ponorogo, Jawa Timur, Ahad (15/4). Satu rumah warga yang berdiri di atas bukit roboh akibat tanah dibawahnya ambrol ke bawah. Ini karena tanah tidak kuat menahan curah hujan yang tinggi. 

Longsornya satu rumah warga ini menimpa dua rumah lainnya yang berdiri di bawahnya. Mengantisipasi hal yang tak diinginkan, sejumlah warga bergotong royong menahan pondasi rumah menggunakan bambu. 

Mengetahui rumahnya rusak, seorang warga tak bisa menyimpan kesedihannya. Ia takut rumahnya akan roboh mengingat curah hujan masih tinggi di wilayah ini. 

Sementara untuk mengantisipasi terjadinya longsor susulan, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah meminta warga di lokasi longsor untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman.(BOG)
Sumber : http://berita.liputan6.com/read/388657/tanah-longsor-tiga-rumah-rusak-parah

 
 

Liputan6.com, Tsukaba: Angin tornado melanda Kota Tsukaba dan membuat kota di wilayah timur Jepang itu porak poranda. Seorang remaja berusia 14 tahun tewas dan 46 orang lebih terluka. Selain itu, satu unit mobil terlempar hingga ke atap rumah.

Serangan tornado yang terjadi secara tiba-tiba itu menghancurkan sedikitnya 900 rumah. Kuatnya angin juga menumbangkan tiang listrik dan telepon. Kontan, listrik pun sempat padam di sekitar 16 ribu rumah. 

Menurut sejumlah warga, musibah itu merupakan serangan tornado terburuk yang pernah mereka alami. Warga masih berusaha membersihkan puing-puing di sekitar rumah mereka. Saat ini, listrik di sekitar 3.000 rumah masih padam.

Badan Meteorologi Jepang sempat mengeluarkan peringatan dini beberapa menit sebelum tornado menghantam.(ADI/SHA)

Sumber : http://berita.liputan6.com/read/398352/tsukaba-porak-poranda-diterpa-tornado
 
 

JAKARTA, (PRLM).- Indonesia diketahui memiliki gunung api terbanyak di dunia. Dari 127 gunung api aktif yang ada, baru 69 gunung yang terpantau dengan alat, khususnya peralatan seismik yang merupakan standar minimum.
Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Minerel Surono menuturkan, jumlah orang yang beraktivitas di sekitar wilayah gunung api itu diperkirakan mencapai lima juta jiwa. 
“Termasuk yang bermukim di sekitar kawasan, petani, para penambang, dan wisatawan,” ujarnya kepada wartawan seusai rapat “Join Coordinating Committee” pemaparan hasil-hasil riset kegempaan dan kegunungapian kerja sama riset Indonesia-Jepang yang digelar di Kantor Coremap LIPI Jakarta, Selasa (1/5/12).
Dia juga menjelaskan, adanya perhatian khusus terhadap gunung api kategori “gunung api kota”. Di antaranya Gunung Merapi, Gunung Tangkuban Parahu, Gunung Guntur, Gunung Gede, dan Gunung Kelud.
Surono menyampaikan catatan, sejak meletus pada 2010, Gunung Merapi di Jawa Tengah telah mengalami deformasi yang begitu cepat. “Ada deformasi. Ternyata pada 2011, magma itu terdeteksi sudah mulai mengisi lagi kantung-kantung magma di bawah Gunung Merapi,” katanya.
Dijelaskan, ini merupakan bukti Merapi salah satu gunung api paling aktif di dunia. “Merapi sampai sekarang menjadi laboratorium dunia untuk gunung berapi,” katanya.
Sejauh ini, banyak riset/publikasi menyebutkan, pola letusan gunung api di seluruh dunia berubah sejak sejak gempa Aceh 26 Desember 2004.
Dia mencontohkan, perubahan misalnya terlihat pada Gunung Sinabung di Sumatera Utara yang sejak 1600 letusannya tidak dikenali. Namun, pada Agustus 2010 tiba-tiba memuntahkan lava, debu, dan pasir. “Deformasi tektonik memang berpengaruh pada aktivitas vulkanik," katanya.
Mengenai Gunung Lokon di Sulawesi Utara, Surono menilai, pentingnya dibangun jalur/jalan alternatif dari Manado ke Tomohon. Hal ini agar Tomohon tidak terisolasi jika sampai terjadi awan panas akibat letusan Gunung Lokon dan menutup jalur di sana.
“Membikin jalur jalan dari Manado ke Tomohon. Jika jalan satu-satunya tertutup awan panas, maka Tomohon akan terisolir,” katanya.
Sementara itu, hasil riset mengenai gempa, tsunami dan gunung api itu atas hasil kerja sama antara Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Kementerian Riset dan Teknologi (Kemristek), Japan Science and Technology (JST), dan Japan International Cooperation Agency (JICA).
Direktur Projek LIPI JICA yang juga peneliti kegempaan LIPI Hery Harjono mengatakan, Indonesia dan Jepang menjalin kerja sama riset tentang gempa bumi (tsunami) dan gunung berapi, dimulai 2009.
Kedua negara melalui lembaga risetnya terjun dalam program bertajuk “Multi-disciplinary Hazard Reduction from Earthquake and Volcanoes in Indonesia”.
Kerja sama itu secara resmi berakhir pada Mei 2012. Penutupan secara resmi program kerjasama telah berlangsung di Kemristek pada 30 April 2012 dengan dilakukan penyerahan hasil-hasil riset kepada Menteri Riset dan Teknologi dan Duta Besar Jepang untuk Indonesia. (A-94/A-108)***
Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/node/186891
 
 
Berikut ini adalah cuplikan video dari National Geographic yang menjelaskan tentang Gunung Berapi. Selamat menonton!( Sumber : http://www.youtube.com/watch?v=uZp1dNybgfc&feature=fvst)
 
 

Liputan6.com, Phnom Penh: Sambaran petir menyebabkan 47 warga di Kamboja tewas dalam beberapa bulan ini. Seperti diwartakan Xinhua, Jumat (18/5), 40 orang lainnya mengalami luka-luka.

Keo Vy, juru bicara Komite Nasional Penanganan Bencana Kamboja, mengatakan bahwa korban tewas terkena ambaran petir biasanya tinggal di pedesaan. Ia menambahkan, petir juga menyebabkan sedikitnya tida rumah warga rusak berat.

Sekitar 15 dari 24 provinsi di Kamboja, termasuk Prey Veng, Kompong Cham, dan Pursat adalah wilayah yang paling parah terkena dampak sambaran petir. Hujan lebar disertai sambaran petir yang dahsyat kerap kali terjadi di Kamboja dari Mei sampai Oktober.(Xinhua/SHA)

Sumber : http://berita.liputan6.com/read/402834/puluhan-orang-tewas-tersambar-petir
 
 

Liputan6.com, Beijing: Curah hujan di wilayah Cina selatan tinggi. Hujan yang terus mengguyur kawasan tersebut dikhawatirkan bisa membahayakan penduduk. Sementara itu, laman Xinhua, Selasa (16/5) menulis curah hujan di wilayah Cina selatan mulai berkurang, namun di daerah timur laut Cina dan Qinghai-Tibet Plateau masih besar. 

Di beberapa wilayah seperti di tengah dan timur Guangxi, barat laut Guangdong, Hunan, timur Jiangxi, barat Fujian, dan di selatan Zhejiang curah hujannya kuat hingga 50-100 milimeter. Prakiraan cuaca ini terjadi siang hingga malam hari. Tapi bagian timur Mongolia, sebagian wilayah timur laut Cina dan bagian timur tengah serta timur Tibet. 

Hujan berkekuatan sedang juga diperkirakan akan melanda bagian timur Jilin dan Heilongjiang. Hujan ringan dan salju diprakirakan terjadi di Qinghai-Tibet Plateau, Tibet bagian timur, serta utara Sinchuan barat Plateau. (Vin)

Sumber : http://berita.liputan6.com/read/402127/cina-khawatirkan-tingginya-curah-hujan
 

    Sang Blogger

    Kami adalah dua siswa SMA Santa Laurensia. 

    Archives

    May 2012